Ternyata Burung Tak Bisa Melihat Kabel Listrik

Headline

Burung sering menabrak saluran listrik karena mereka memiliki bintik-bintik buta di bidang penglihatannya, menurut penelitian baru.

Ahli menemukan bahwa burung crane, bustards dan bangau tidak dapat melihat rintangan lurus di depannya, ketika mereka memiringkan kepala ke bawah saat terbang. Burung sering melihat ke bawah selama penerbangan untuk menemukan burung lain, serta daerah bersarang dan makanan, kata para peneliti.

Bukti baru itu menunjukkan bahwa masalah tersebut tidak dapat dicegah dengan mengubah bentuk saluran listrik. Jutaan burung tewas akibat menabrak tiang listrik secara global setiap tahunnya.

Statistik yang pasti sulit diperoleh karena sisa-sisa burung sering musnah sebelum penyebab kematian bisa diketahui.

Meskipun upaya untuk membuat jaringan listrik lebih terlihat melalui penggunaan pemantul dan tanda agar makin terlihat, spesies tertentu masih memiliki tingkat kematian yang tinggi dari menabrak saluran listrik.

Para ilmuwan dari Pusat Ornitologi di Universitas Birmingham Inggris mempelajari tiga spesies terutama yang terkena dampak bustards kori (Aerdeotis kori) crane biru (Anthropoides paradisea) dan bangau putih (Ciconia ciconia).

Penemuan mereka dipublikasikan dalam jurnal Biological Conservation yang mengidentifikasi bahwa spesies ini sama-sama memiliki daerah buta yang signifikan di bagian depan kepala mereka.[inilah]

Peneliti Perbarui Kalkulator Kiamat

Headline

Ingin tahu apa yang akan terjadi jika sebuah asteroid dengan lebar 10km keluar dari langit dan membentur kota Anda? Para ilmuwan di Purdue University dan Imperial College London telah memperbarui kalkulator dampak asteroid sejak pertama dibuat pada 2004.

Pengguna dapat memasukkan rincian seperti diameter dan kepadatan. Program web kemudian memperkirakan skala bencana berikutnya, seperti ukuran kawah yanag akan terjadi.

Program itu juga akan memberitahu seberapa jauh Anda harus menyelamatkan diri agar tak terkubur oleh semua bahan yang dilemparkan oleh ledakan, atau jadi korban terbakar.

Kalkulator asli telah menjadi hit besar ketika dirilis, tidak hanya untuk komunitas riset tapi juga bagi publik yang penasaran. Dirancang oleh Profesor Purdue Jay Melosh dan sejawatnya, program itu didukung oleh persamaan ilmiah yang akurat.

Banyak organisasi pemerintah dan lembaga-lembaga ilmiah secara teratur me-link kalkulator itu sebagai alat pendidikan.

Pembaruan itu menggabungkan beberapa efek dampak tambahan, seperti ketinggian gelombang tsunami akibat tabrakan. Namun perbedaan penting bagi mereka yang telah akrab dengan alat itu, akan melihat jauh lebih visual dan user-friendly.

"Kami harus memperbarui karena berbagai pengetahuan telah meningkat," kata Dr Gareth Collins dari Imperial.

"Salah satu penambahan baru utama adalah perkiraan tinggi gelombang tsunami dan jarak dari dampak yang telah menjadi permintaan populer. Kami tidak meletakkannya di kalkulator asli karena tidak ada konsensus menyangkut bahaya. Karena beberapa riset yang makin baik dan sekarang kami memiliki pemahaman yang lebih baik dari masalah tersebut," katanya kepada BBC News.[inilah]

Otomotif dan Fashion Dominasi Situs Belanja Online RI

Headline


Fashion dan otomotif menjadi produk yang paling hot di situs belanja di Indonesia. Sementara dari pengunjung, Jakarta adalah yang terbanyak.

Direktur situs yang menawarkan iklan online gratis, Tokobagus.com Arnold Sebastian Egg mengatakan iklan yang diposting di situsnya kebanyakan adalah fashion dan otomotif dan menjadikan situs itu teratas di kategori dua produk itu. Untuk dua kategori tersebut, Tokobagus menempati posisi teratas, katanya di Jakarta.

Sementara dari pengunjung, sekitar 70 -80 persen trafik berasal dari Jakarta. Padahal situs itu didirikan di Bali dan berkantor di wilayah itu. Namun Tokobagus.com akan segera memindahkan kantornya ke Jakarta. "Pemindahan itu untuk mendekati pasar yang lebih besar," kata Sebastian.

Ia mengatakan mendapat keuntungan dari penetrasi internet yang terus berkembang. Sementara untuk meningkatkan kesadaran orang pada situs belanja online, Tokobagus.com yang berdiri pada 2005 banyak berinvestasi melalui berbagai macam iklan.

Menurut Sebastian orang tertarik memasang iklan di situs itu karena gratis. Sebastian mengatakan pihaknya tdiak mendapat revenue dari iklan yang dipasang, namun mendapat pemasukan dari iklan banner yang ada di situs Tokobagus.com.

Ia mengatakan sebelumnya iklan di situs Tokobagsu.com baru mencapai 2.000 hingga 3.000 per hari. Namun saat ini sudah 10 ribu.

Untuk menghidnara iklan yang negatif, Sebastian mengatakan pihaknya melakukan verifikasi terhadap 10 ribu iklan yang masuk setiap harinya.

Kami punya 12 karyawan yang merevifikasi, katanya.

Sementara trafik Tokobagus.com mencapai 70 juta pengunjung tiap bulan. Situs ini berada di urutan 31 berdasarkan rangking Alexa. Sebastian menargetkan Tokobagus.com akan masuk 20 besar.

Sementara sejak berdiri 2005, Tokobagus.com akan merayakan pemasang iklannya yang ke 1 juta.[ito]

Ular Boa Perawan Bisa Melahirkan

Headline

INILAH.COM, Jakarta - Seekor ular boa melahirkan dua anaknya dengan luar biasa. Bukti menunjukkan ular ini punya banyak kelahiran perawan, dan menghasilkan 22 bayi ular yang tidak punya ayah.

Lebih dari itu, genetik dari bayi ular itu tidak pernah tercatat sebelumnya di antara vertebrata, kelompok yang mencakup hampir semua hewan dengan tulang belakang. Rincian kelahiran ini diterbitkan di jurnal Royal Society Biology Letters.

Tim ilmuwan dan ahli ular yang berbasis di AS telah mengidentifikasi kasus pertama ular boa yang memiliki kelahiran perawan.

"Meskipun partenogenesis telah didokumentasikan dalam beberapa spesies ular, temuan kami benar-benar baru untuk beberapa alasan," kata Dr Warren Booth dari North Carolina State University di Raleigh, AS.

Banyak invertebrata, seperti serangga, dapat menghasilkan keturunan secara aseksual, tanpa pernah kawin. Mereka biasanya melakukan hal ini dengan kloning diri sendiri, dan memproduksi keturunan yang secara genetik identik.

Tetapi di antara hewan vertebrata, kelahiran Boa itu tetap hal yang baru dan baru didokumentasikan kurang dari 0,1% spesies vertebrata.

Pada 2006, ilmuwan menemukan bahwa dua komodo (Varanus komodoensis) spesies kadal terbesar di dunia menghasilkan telur yang berkembang tanpa dibuahi oleh sperma, sebuah proses yang disebut partenogenesis.

Kemudian pada tahun 2007, ilmuwan lain menemukan bahwa hiu martil betina (Sphyrna tiburo) juga dapat bereproduksi tanpa melakukan seks. Tapi vertebrata umumnya bereproduksi secara seksual.
Jika binatang tidak memiliki bahan genetik dari ayah hal itu menjadikan keragaman genetik
berkurang, dan membuat lebih sulit bagi organisme untuk beradaptasi, misalnya dengan kondisi lingkungan atau munculnya penyakit baru.[ito]

Jerman Pernah Ciptakan Piring Terbang

Sejak tahun 1950 ada banyak klaim tentang dugaan perkembangan Jerman yang revolusioner telah menciptakan suatu mahakarya berbentuk piring yang mampu terbang dengan kemampuan yang luar biasa.

Inilah artikel yang akan menjelaskan kepada anda bagaimana kemungkinan fenomena UFO hingga saat ini adalah suatu hasil teknologi tinggi yang diciptakan manusia sendiri.

Mahakarya ini juga dikenal sebagai "piring terbang" (yang kemudian dinamai UFO) telah dilihat oleh banyak orang di seluruh dunia sejak tahun 1947 terutama ketika fenomena insiden Roswell terjadi. Menurut banyak calon "penemu" dan penggemar teori ini, UFO tidak berasal dari luar bumi, dan UFO hanyalah buatan manusia semata.

Giuseppe Beluzzo (seorang mantan menteri sekaligus ilmuwan) telah menulis suatu artikel di sebuah surat kabar Italia "Il Giornale d'Italia" pada tahun 1950. Dalam artikelnya yang kontroversial pada saat itu dimana dunia masih dihebohkan dengan fenomena insiden Roswell, ia menulis bahwa sesungguhnya Jerman telah mempelajari desain pesawat dengan teknologi tinggi yang berbentuk piringan sejak tahun 1942.

Beluzzo akhirnya ditemukan tewas dibunuh hanya beberapa tahun kemudian setelah ia memuat pengakuannya yang kontroversial tersebut. Dalam waktu yang hampir bersamaan dengan saat dimuatnya artikel itu, seorang insinyur Jerman bernama Rudolf Schriever memberikan pengakuan kepada majalah Der Spiegel bahwa ia telah mendesain pesawat berbentuk piringan dengan diameter 15 meter.

Kisah Schriever ini kemudian diangkat dalam sebuah buku yang ditulis oleh Rudolf Lusar (seorang mayor di militer Jerman dari unit teknis selama perang dunia kedua) pada tahun yang sama juga.

Dalam bukunya, Rudolf banyak memberikan pemaparan mengenai senjata-senjata rahasia NAZI yang menurutnya berteknologi tinggi. Namun dari keseluruhan pembahasannya, ada satu bab yang aling menarik. Bab itu berjudul "Wonder Weapons".


Menurut Lusar, Rudolf Schriever bukanlah satu-satunya insinyur yang bekerja dalam merancang "piring terbang"nya Jerman. Tetapi ia juga bersama rekan-rekannya yaitu, Habermohl, Mierth dan Bellanzo, yang terlibat dalam proyek piring terbang ini.

Proyek ini sendiri memiliki dua pabrik yang dipusatkan di Breslau, Polandia sebelum akhirnya dihancurkan oleh Jerman sendiri karena tidak ingin jatuh ke tangan Uni Soviet pada saat itu dan pabrik kedua yang berada di Praha, Ceko.

Dalam buku tersebut juga dicatat bahwa salah seorang perancang pesawat ini, Mierth, telah berhasil membuat sebuah prototype pesawat yang berbentuk piringan dengan diameter 137 meter. Prototype ini juga memiliki punuk di atasnya yang berfungsi sebagai kokpit. 

Di pabrik kedua di tepi kota Praha, Ceko, Kelompok insinyur yang dipimpin oleh Schriever dan Habermohl Juga telah mendesain suatu prototype yang hampir sama dengan bagian punuk yang hampir sama dengan telur dengan fungsi sebagai punuk.

Pesawat ini konon diujicobakan pada tahun 1945 dan mampu mencapai ketinggian 12,4 kilometer hanya dalam tempo 3 menit. Disebut juga bahwa pesawat itu bahkan bisa terbang mencapai kecepatan maksimal hingga 2.000 km/jam dengan kecepatan terbang horizontal, yang artinya lebih cepat dari kecepatan suara meskipun pada awalnya diharapkan mencapai kecepatan 4.000 km/jam.


Keadaan dunia yang saat itu banyak meragukan kesaksian Lusar karena tidak ditunjang dengan bukti-bukti otentik, membuat seorang jurnalis bernama Nick Cook menjadi tertarik untuk meneliti masalah ini dan kemudian memulai petualangannya untuk mengunjungi lokasi-lokasi yang disebutkan oleh Lusar.

Nick dalam perburuannya akhirnya menemukan satu nama yang mungkin berkaitan dengan keberadaan "piring terbang" Jerman ini, yaitu Viktor Schauberger.


Nick kemudian mengunjungi cucu Schauberger dan menemukan catatan-catatan desain pesawat yang dimiliki olehnya. Menurut Schauberger, ia mampu membuat sebuah mesin yang memiliki kemampuan untuk "terbang mengikuti alam".

Salah satu proyek yang sedang dikerjakan oleh Schauberger adalah sebuah pesawat berbentuk piringan yang menggunakan sistem "Mesin pendorong vortex". Teorinya adalah, jika air atau udara berotasi membentuk putaran, yang juga dikenal dengan sebutan "colloidal", maka saat itu akan dihasilkan energi yang cukup untuk mengangkat sebuah objek, termasuk pesawat.


Seorang insinyur aeronautika bernama Roy Fedden percaya bahwa Jerman memiliki teknologi itu. Fedden berkata :
"Saya telah melihat desain dan rencana produksi mereka dan menyadari bahwa jika saja mereka bisa memperpanjang perang selama beberapa bulan, maka kita akan melihat konfrontasi udara yang sangat berbeda"

Kesaksian ini juga didukung oleh Kapten Edward J. Ruppelt dari project blue book yang mengatakan:
"Ketika perang dunia II berakhir, Jerman telah memiliki beberapa bentuk pesawat yang radikal dan beberapa pengendali rudal. Mayoritas pesawat itu memang masih dalam masa uji coba, namun pesawat itu adalah satu-satunya pesawat yang dianggap mampu mencapai kemampuan mendekati obyek-obyek yang diamati para pengamat ufo."
Jika memang teknologi ini telah berhasil dikembangkan oleh Jerman, maka bukan tidak mungkin bahwa pada saat ini ada suatu pabrik di suatu bagian dunia ini yang sedang meneliti dan mengembangkan teknologi piring terbang yang hingga saat ini oleh orang awam seperti kita menganggapnya sebagai UFO.

sumber http://yasirmaster.blogspot.com/2010/11/jerman-ternyata-pernah-menciptakan.html

Berbisnis dengan Memikat Komunitas Maya

Profesi webpreneur tampaknya menjadi sebuah pilihan yang kini tengah digandrungi anak muda. Sifatnya yang praktis dan memberikan peluang kreativitas sangat pas dengan jiwa muda.
Salah satunya adalah Aria Rajasa, CEO GantiBaju.com, sebuah distro online dengan konsep desain kaos berkultur Indonesia yang diciptakan dari user dan untuk user. Hanya dalam waktu setahun, GantiBaju.com mampu mencetak 600 kaos per bulannya dengan harga per kaos Rp 120.000-150.000.
Tidak hanya itu, akibat kesuksesannya tersebut, situs GantiBaju.com didaulat menjadi The Most Promosing Startup dalam ajang SparxUp Awards 2010. Usaha yang dirintis Aria beserta lima kawannya ini pun berhasil mendirikan dua buah outlet di Fx Sudirman, Jakarta dan Bandung.
Lalu, apakah GantiBaju.com itu? "Gantibaju.com ini sebenarnya berawal dari ide naif kita berlima yang pengen bikin hal-hal berbau indonesia tapi untuk anak muda. Akhirnya kami kepikiran kaos, tapi masalahnya kami nggak ada yang bisa desain. Dibentuklah konsep desain dari user," ujar Aria, Sabtu (7/11/2010), di SparxUp Awards, Fx, Jakarta.
Ia mengungkapkan situs yang digarap tersebut merupakan situs clothing line dengan desain seluruhnya dari user. Setiap user yang mengupload desain kaosnya, nanti akan dipilih oleh userlainnya. Kalau paling banyak terpilih, maka akan menjadi desain pilihan yang akan dicetakkan menjadi kaos dan dijual.
"Kami memang mengutamakan eksklusivitas jadi cetaknya juga terbatas maksimal 200 per desain.User yang terpilih desainnya juga akan mendapat uang Rp 1 juta dan 10 persen royalti," ungkap Aria.
Ditanya tentang keseriusannya menggarap bisnis ini, Aria dengan lantang menjawab, "Dari awal kami sudah serius. Kalau bisnis ini tidak menguntungkan kami tidak akan bertahan," ujarnya.
Terlebih dengan adanya penghargaan The Most Promising Startup dari SparxUp Award 2010 ini, Aria mengaku semakin terpacu untuk mengembangkan bisnisnya tak hanya di Indonesia tapi juga mancanegara.
"Sekarang wilayah distribusinya memang baru Jakarta, Semarang, dan Bandung. Tapi ke depan kami akan menjangkau pasar luar negeri dengan bekerja sama dengan distributor luar juga," tandas Aria. Selain media kaos, Aria mengaku, juga tengah menggodok media-media baru seperti jaket, sepatu, dan tas agar pilihan produk akan semakin bervarian.
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/11/07/07585661/Berbisnis.dengan.Memikat.Komunitas.Maya-5