Polri Persilakan Satgas Periksa Anggotanya Terkait Kasus Gayus




Satgas Pemberantasan Mafia Hukum menyiapkan 6 orang untuk tim internal yang menyelidiki dugaan kaburnya Gayus Tambunan dari Rutan Brimob. Mabes Polri mempersilakan jika tim investigasi dari Satgas akan memeriksa anggotanya.

"Jika ada yang diperlukan, silakan saja," jawab Kepala Bidang Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen I Ketut Untung Yoga kepada detikcom, Kamis (11/11/2010).

Hanya saja, Yoga belum mengetahui jika satgas berencana akan memeriksa anggota polisi. Yoga mengaku belum mendapat informasi mengenai hal itu.

"Satgas saja sampai sekarang belum ada permintaannya, saya sudah tanya," lanjut Yoga.

Tim bentukan satgas ini akan bekerja sampai sekitar 3 minggu. Tim akan mencari informasi dan memberi usulan upaya perbaikan. Kelemahan dalam sistem gaji pegawai rutan juga akan jadi sorotan. Pegawai rutan rentan suap karena gaji mereka kecil. 

Sebelumnya, Gayus kembali membuat geger publik karena aksinya yang mudah keluar masuk tahanan. Gayus mengaku pergi dari tahanan dengan alasan izin berobat. Namun ternyata mantan pegawai Ditjen Pajak itu sempat pulang ke rumah mewahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Tak cuma itu, foto mirip Gayus yang sedang menonton tenis di Bali pada Jumat (5/11) juga membuat heboh. Saat itu seorang pria yang mirip Gayus tertangkap kamera tengah menonton pertandingan. Namun Gayus membantah.

Kini ada lagi foto mirip Gayus dengan seorang perempuan yang mirip Milana Anggraeini, istri Gayus Tambunan. Si wanita ini duduk tepat di belakang pria mirip Gayus Tambunan.

Mabes Polri telah mencopot 9 penjaga rutan Brimob termasuk Kepala Rutan Brimob Kompol Iwan Prayitno. Saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan dari Bareskrim dan Divpropam.

Yang terbaru, Satgas mendapatkan petunjuk adanya orang yang melihat pria mirip Gayus check out dari Hotel Westin Nusa Dua Bali, Sabtu (6/11) kemarin. Hal ini semakin menguatkan dugaan kalau Gayus memang pelesiran ke Bali.

Diperiksa 10 Jam, Status Milana Masih Saksi




Istri Gayus Tambunan, Milana Anggreaini diperiksa Mabes Polri hampir 10 jam lamanya terkait keluarnya Gayus dari penjara. Hingga saat ini, Milana sendiri masih jadi saksi.

"Masih saksi," terang Kepala Bidang Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen I Ketut Untung Yoga kepada detikcom, Kamis (11/11/2010).

Yoga tidak mengetahui apa-apa saja yang ditanyakan penyidik kepada Milana. Yoga berharap masyarakat bisa bersabar supaya polisi bisa mengusut kasus ini.
 
"Penyidik masih mengembangkan apa yang sedang dicari," lanjut Yoga.

Milana yang diperiksa oleh Direktorat 3 Tipikor, terlihat masih mengenakan seragam lengkap PNS di Pemprov DKI Jakarta. Milana tampak terus ditemani oleh sopir pribadinya. Saat dicecar, Milana memilih menutup mulutnya dengan jilbab hitam yang dikenakannya.

Seperti diketahui, seorang pria yang sangat mirip dengan Gayus Tambunan terlihat menonton turnamen tenis Commonwealth Bank Tournament of Champions 2010 di Nusa Dua, Bali. Pria tersebut mengenakan kacamata dan berambut tebal lurus yang diduga wig.

Pria yang sangat mirip dengan Gayus terjepret kamera fotografer Kompas Agus Susanto pada Jumat (5/11) pukul 21.10 Wita. Saat itu tengah digelar pertandingan antara petenis Daniela Hantuchova dan Yanina Wickmayer.

Disebut-sebut pula, pria mirip Gayus tersebut datang tidak sendiri, tapi bersama seorang wanita. Keduanya sempat terlihat di Hotel Westin.

Masker Lembab, Perlengkapan Penting Jamaah Saat di Mina

Mabit atau bermalam di Mina membutuhkan kesehatan yang prima. Selama bermalam di Mina dan melempar jamarat, jamaah calon haji akan tinggal di tenda dan sering berada di alam terbuka. Bagaimana agar tetap sehat?

Kepala Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Mina dr Subagyo mengimbau jamaah agar tetap menjaga kesehatan. Caranya dengan makan, minum dan istirahat yang cukup. Selain itu untuk mengantisipasi cuaca yang tidak bersahabat, jamaah sebaiknya memakai masker yang lembab.

"Biasanya jamaah kan sudah membawa masker kain dari tanah air. Pakailah masker tersebut, disemprot air biar lembab. Kelembaban perlu dijaga agar tenggorokan tidak lemah," kata Subagyo di Rusyaifah, Makkah, Kamis (11/11/2010).

Bila tidak ada masker kain, jamaah bisa memakai saputangan yang dibasahi dan
lantas dirangkap kertas di bagian luar. "Kalau mau masker kertas bisa minta ke BPHI," kata Subagyo.

Menurut Subagyo, penyakit yang kemungkinan akan banyak menyerang jamaah di Mina adalah saluran pernafasan (ISPA). Selain itu yang akan dipantau secara serius adalah jamaah pasien risiko tinggi (risti). 

"Biasanya selain risti, ada komplikasi," kata Subagyo.

Saat ini kesiapan BPHI Mina sudah mencapai 90 persen. Jumat (12/11) besok, akan dilakukan gladi bersih dan diharapkan malamnya kesiapan sudah 100 persen. "Jangan khawatir obat-obatan lebih dari cukup," kata Subagyo yang sebelumnya menjadi Kepala BPHI Madinah.

Dalam operasionalnya, BPHI Mina akan memakai sistem yang sebelumnya dipakai BPHI Madinah. Ada 97 petugas kesehatan yang akan terjun menangani jamaah. Petugas akan dibagi dalam dua sistem, yakni sistem statis dan sistem mobil. 

Sistem statis yakni berdiam di kantor BPHI merawat pasien yang datang, sementara sistem mobil yakni petugas melakukan jemput bola dengan patroli untuk menemukan jamaah yang sakit.

BPHI juga akan menerjunkan ahli gizi untuk memantau makanan jamaah di Mina. Jamaah akan berada di perkemahan Mina sejak 10-13 Dzulhijah.

Adjie Notonegoro Akan Bebas Jumat Ini

Gambar


Desainer kondang Adjie Notonegoro akan menghirup udara segar. Paman Ivan Gunawan itu direncanakan bebas, Jumat (12/11/2010) ini.

Rencana pembebasan tersebut dikonfirmasi oleh pengacara Adjie, Andi Simangungsong kepada detikhot saat dihubungi via ponselnya, Jumat (12/11/2010) dini hari.

"Iya benar (bebas), jam 9 pagi," begitu isi pesan singkat dari Andi.

Sekadar informasi, saat ini Adjie mendekam di Rutan Cipinang, Jakarta Timur. Adjie diputus bersalah oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena menggelapkan uang sahabatnya bernama Melvin.

Dalam putusan 12 Oktober 2010 lalu, hakim mengganjar Adjie dengan hukuman 4 bulan penjara. Namun karena Adjie sudah mendekam di penjara selama 3 bulan, maka ia hanya menjalani sisa hukuman 1 bulan. Pria yang berjanji membayar utangnya setelah keluar penjara itu ada di Rutan Cipinang sejak 16 Juli 2010.

18 Orang Tewas Akibat Serangan Militan Pakistan




Kelompok militan bersenjata dan sebuah bom mobil menyerang sebuah kantor kepolisian di Karachi, Pakistan. Akibat serangan tersebut 18 orang dinyatakan tewas dan sekitar 100 orang mengalami luka.

Seorang pejabat pemerintahan setempat mengatakan, sebelum bom meledak sempat terjadi baku tembak antara kelompok militan dan petugas kepolisian. 

"Ada baku tembak antara polisi dan militan. Kemudian diikuti oleh sebuah truk penuh dengan bahan peledak," kata Kepala polisi provinsi Sindh, Salahuddin Babar Khattak, seperti dilansir AFP, Jumat (12/11/2010) dini hari.

Dia mengaku tidak dapat memastikan berapa jumlah kelompok penyerang. Dia mengatakan, baku tembak terjadi dalam waktu cukup lama.

Taliban Pakistan dengan cepat mengaku bertanggung jawab atas serangan pasukan keamanan pemerintahan tersebut.

Akibat serangan tersebut, puluhan kendaraan hancur tim penyelamat berjibaku menggontong korban ke dalam ambulan.

Gedung CID (Divisi Investigasi Kejahatan) digunakan untuk menahan militan. Salahuddin menuturkan tidak ada tersangka penting dalam penahanan di sana saat penyerangan terjadi.

Ledakan yang menyebabkan kerusakan parah itu sama persis dengan ledakan yang terjadi di hotel bintang lima Marriot, Islamabad, September 2008 lalu.

"Itu adalah ledakan besar, yang menciptakan kawah besar, agak seperti Hotel Marriott Islamabad," imbuhnya.

Nadine Chandrawinata Pindahkan Wakatobi ke Layar Lebar

Gambar


Siapa yang tidak tahu tentang keindahan laut Wakatobi, Sulawesi Tenggara? Namun bagaimana kehidupan Suku Bajo, sebagai penghuni Wakatobi? Nadine Chandrawinata akan menjawab pertanyaan tersebut lewat film.

Puteri Indonesia 2005 itu tengah berlega hati karena baru menyelesaikan syuting sebuah film tentang alam yang merekam keindahan laut wakatobi dan kehidupan masyarakatnya yang berjudul 'The Mirror Never Lies'. Di film itu, Nadine bertindak sebagai produser.

Kepada detikhot, Nadine banyak bercerita tentang film yang ia garap bersama Kamila Andini Sari sebagai sutradara. Katanya filmnya nanti juga dipakai untuk kampanye pelestarian alam.

"Itu film tentang Suku Bajo dan budayanya. Kita juga bekerja sama dengan WWF. Kita mengangkat pesan-pesan pelestarian. Kita angkat Suku Bajo tentang ritualnya, kepercayaanya, dan lain-lain," jelas Nadine saat menghadiri penutupan Aku Cinta Indonesia (ACI) di kantor detikcom, di Jalan Warung Jati Raya, Jakarta Selatan, Kamis (11/11/2010).

Nadine melanjutkan ia akan memberikan pandangan berbeda tentang Suku Bajo. Hal itu dikarenakan adanya anggapan kalau Suku Bajo adalah pengembara laut yang merusak alam dengan membangun rumah di atas terumbu karang.

"Tapi di sisi lain mereka punya cara lain untuk menjaga terumbu karang dan memberikan kepada alam agar memperoleh ikan lebih banyak. Mereka punya cara sendiri. Jadi kita di sini diajarkan jangan melihat dari satu sisi saja, tapi berdasarkan sudut pandang berbeda. Pesan kelestarian kita angkat," papar perempuan kelahiran 8 Mei 1984.

Pemain yang terlibat di film tersebut di antaranya atiqah hasiholan dan Reza Rahardian. Di film tersebut Atiqah sebagai seorang ibu asli Suku Bajo, sedangkan Reza berperan sebagai pendatang.

"Atiqah jadi salah satu Suku Bajo, dia harus belajar foto ikan, logatnya, dan cara berpaian. Karena dia akan menjadi sosok ibu dari Suku Bajo. Nanti akan ada bumbu-bumbu romantisnya, ada konflik juga, nilai-nilai alam. Aku juga melibatkan 5 anak Suku Bajo untuk bermain. Kita casting di sana, dan ternyata mereka itu pintar," jelas Nadine.

Untuk penggarapan film tersebut, Nadine 100 persen memilih Wakatobi sebagai lokasi syuting. Waktu yang dibutuhkan pun hanya 1 bulan. "Tapi konsepnya dipikirkan selama 3 tahun," jelas perempuan yang hobi berpetualang itu.

Debut film Nadine tersebut siap tayang pada 22 April 2011 yang bertepatan dengan Hari Bumi. Ia berharap film pertamanya itu bisa mengajak generasi muda untuk ikut mencintai dan melestarikan alam Indonesia.