Petugas di Mina Wajib Bawa Peta

 


Petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Mina wajib membawa peta di mana pun dia berada. Dengan membawa peta, petugas bisa menolong jamaah yang tersesat selama perjalanan dari perkemahan ke jamarat, tempat pelontaran jumroh.

"Peta itu harus dikantongi di mana saja termasuk ke kamar kecil, karena peta sekali lagi menjadi acuan kita kerja," kata Kasatgas Mina Subakin Abudl Muthalib di pemondokan petugas haji Mina, Rusyaifah, Makkah, Kamis (11/11/2010).

Selain peta untuk diri sendiri, petugas juga harus membawa banyak peta yang bisa dibagikan kepada jamaah yang membutuhkan.

PPIH Mina telah melakukan observasi ke Mina dan mempersiapkan maktab (kantor pelayanan) yang akan dipakai petugas. PPIH Mina akan dibagi dalam 71 maktab. Jarak antara Kantor Misi Haji Indonesia di Mina dengan jamarat sekitar 2 km. Sementara jarak tenda jamaah terjauh di Mina Jadid menuju jamarat sekitar 7 kilometer. Mina Jadid merupakan pengembangan dari Mina yang karena faktor alam tidak bisa menampung semua jamaah. Di Mina Jadid ada 10 maktab
Indonesia.

Syarif Abu Bakar, salah satu ketua rombongan (Karom) kloter 57 Jakarta yang akan menempati perkemahan di Mina Jadid menyatakan jamaahnya akan melakukan mabit di luar maktab. Pasalnya maktab di Mina Jadid inilai sudah keluar dari Mina sehingga mabit di sana tidak afdhol dilakukan.

"Kalau misalnya harus mabit, kita tetap harus melaju ke tengah. Kita mungkin akan mabit di sini saja (di dekat jamarat) ini kan lebih dekat sekitar 1 kilometer," kata Syafif.

Selain alasan masalah keafdholan, Syarif memilih mabit tidak di Mina Jadid juga dengan alasan keselamatan. Jamaah yang dibimbingnya banyak yang sudah berusia lanjut sehingga bila harus menempuh perjalanan 7 kilometer akan sangat kelelahan. 

"Untuk menjaga mereka juga. Jamaah kita tidak muda semua, banyak yang sudah tua-tua," jelas Syarif.

Jamaah akan berada di perkemahan Mina sejak 10-13 Dzulhijah. Selama proses ibadah di Arafah, Muzdalifah dan Mina, petugas yang sebelumnya terbagi dalam tiga daerah kerja untuk sementara bersalin menjadi tiga Satgas. Tiap Satgas dipimpin Kepala Satgas yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Daerah Kerja (Kadaker). Kadaker Madinah menjadi Kasatgas Mina, Kadaker Makkah menjadi Kasatgas Mekkah dan Kadaker Jeddah menjadi Kasatgas Muzdalifah. Setelah proses ibadah di Armina selesai, satgas akan kembali bersalin menjadi Daker seperti sebelumnya.

Bercermin Kasus Gayus, Patrialis Minta Dirjen PAS Introspeksi




Bukan publik saja yang dikejutkan dengan kabar kaburnya Gayus Tambunan dari tahanan Mako Brimob ke Bali, Jumat (5/11) pekan lalu. Menkum HAM, Patrialis Akbar pun terkejut dengan kabar yang beredar tersebut. Agar kejadian tidak terulang, Patrialis meminta Dirjen Pemasyarakatan untuk introspeksi.

"Saya kaget masih ada kayak gini. Berarti masih banyak yang harus kita benahi. Setelah kasus itu munculm saya minta Dirjen PAS (Pemasyarakatan) untuk hati-hati, jangan ada yang kayak gitu," kata Patrialis.

Pernyataan tersebut disampaikan Patrialis di sela pelatihan jurnalistik bersama wartawan di Hotel Salak, Jl Ir Juanda, Bogor, Kamis (11/11/2010) malam.

Patrialis mengaku, sejak beredarnya kabar yang menyebutkan terdakwa kasus mafia pajak ini 'pelesir' ke Bali untuk menyaksikan pertandingan tenis internasional, pihaknya hanya bisa pasrah.

"Saya tidak bisa melakukan apa-apa, itu wewenang kepolisian. Kita serahkan saja kepada polisi," ujarnya.

Dia menjelaskan, dalam klausul Kitab Undang-undang Hukum Pidana memang disebutkan pendirian rumah tahanan dan lapas berdasarkan izin dari Kementerian Hukum dan HAM. Namun pengelolaan tahanan yang ada di kepolisian dan kejaksaan merupakan tanggung jawab instansi itu sendiri.

"Ke depan kalau memang SDM-nya cukup, semua rutan akan kita kelola," jelasnya.

Lantas, bagaimana jika 'insiden' Gayus ke Bali terjadi di lembaga Kemenkum HAM sendiri?

"Tentu akan kita berikan sanksi kepada petugas, mulai dari mutasi sampai pencopotan jabatan," jawabnya.

"Kalau sudah terbukti menyuap itu lain lagi, pidana masuknya," tegas Patrialis.

Seperti diketahui, seorang pria yang sangat mirip dengan Gayus Tambunan terlihat menonton turnamen tenis Commonwealth Bank Tournament of Champions 2010 di Nusa Dua, Bali. Pria tersebut mengenakan kacamata dan berambut tebal lurus yang diduga wig.

Pria yang sangat mirip dengan Gayus terjepret kamera fotografer Kompas Agus Susanto pada Jumat (5/11) pukul 21.10 Wita. Saat itu tengah digelar pertandingan antara petenis Daniela Hantuchova dan Yanina Wickmayer.

Disebut-sebut pula, pria mirip Gayus tersebut datang tidak sendiri, tapi bersama seorang wanita. Keduanya sempat terlihat di Hotel Westin.

Belakangan beredar foto wanita mirip Milana Anggraieni, istri Gayus, sedang menonton turnamen tenis di hari yang sama.  Dalam foto tersebut, wanita mirip Milana ini mengenakan kaos kuning hitam dan topi hitam bertuliskan WTA. Wanita ini tampak berdiri di belakang pria mirip Gayus tersebut.

Patrialis Koordinasi ke Polisi Soal Penambahan Senjata di LP




Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk menambah bantuan persenjataan pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Lhokseumawe, Nanggroe Aceh Darussalam. Langkah ini diambil menyusul kaburnya empat napi setelah petugas jaga LP ditodong senjata laras panjang.

"Kita sedang koordinasi dengan kepolisian. Kalau memang kurang, kita akan minta bantuan," kata Patrialis.

Pernyataan tersebut disampaikan Patrialis di sela pelatihan jurnalistik bersama wartawan di Hotel Salak, Jl Ir Juanda, Bogor, Kamis (11/11/2010) malam.

Menurutnya, tidak mudah untuk pengadaan senjata bagi petugas jaga LP. Selain perizinannya yang tergolong sulit, juga karena ada pihaknya yang trauma dengan memegang senjata api.

Dia menceritakan, insiden yang terjadi di LP Palembang saat berusaha mencegah napi yang kabur. Saat petugas mengeluarkan suara tembakan, sang napi malah berbalik menyerang.

Senjata tersebut kemudian ditembakan kepada napi yang hendak kabur tersebut. "Akibat kejadian itu, petuga lapas malah menjadi tersangka. Padahal dia menjalankan tugas. Semenjak itu ada yang trauma pegang senjata," tutur Patrialis.

Bahkan, lanjutnya, ada juga LP yang pasrah jika ada warga binaannya yang berusaha kabur karena khawatir kejadian di Palembang terulang.

"Inilah yang menyebabkan mengapa senjata jadi persoalan dilematis di LP," jelas Patrialis.

Seorang pria bersenjata laras panjang tiba-tiba saja mendatangi LP Lhokseumawe, Kamis (11/11/2010) 13.50 WIB dan menodongkan kepada petugas LP. 

Pria berperawakan pendek itu langsung meminta petugas jaga untuk membuka pintu LP. Saat pintu terbuka empat tahanan narkoba langsung melarikan diri menuju mobil yang telah bersiap di depan LP.

Keempat napi tersebut adalah:

1. Azhari bin Abubakar, kasus narkoba, dihukum 10 tahun, bebas November 2019.
2. Yusril bin M Jamil, kasus sabu-sabu, dihukum 8 tahun, bebas 17 Januari 2018.
3. Rizal Antoni, kasus narkotika, dihukum 6 tahun, bebas 15 Juni 2016.
4. Sorbani bin Sulaiman, kasus narkoba, dihukum 7 tahun, bebas 7 Januari 2017.

Keempat tahanan itu lantas langsung masuk sebuah mobil kijang kapsul berwarna silver yang sudah menunggu tidak jauh dari LP.

Aktivitas Merapi Malam Ini Relatif Stabil




Seperti beberapa pekan terakhir, suara gemuruh dan gempa vulkanik di sekitaran Merapi masih terjadi malam ini. Namun jumlahnya sedikit menurun dibanding hari kemarin.

Berdasarkan data seismograf dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta dari petang tadi hingga pukul 23.10 WIB, Kamis (11/11/2010) tercatat terjadi gempa vulkanik sebanyak lima kali.

Selain itu tremor beruntun juga masih terjadi. Sedangkan awan panas sempat muncul satu kali pada pukul 18.52 WIB dengan ketinggian 200 meter dan mengarah ke kali Gendol.

"Berdasarkan data seismograf malam ini bisa dibilang menurun dibanding hari kemarin," ujar petugas piket BPPTK Purwoto kepada detikcom.

Hal yang tak jauh berbeda juga dipaparkan para petugas yang berjaga di pos-pos pengamatan Merapi. Hampir semua petugas merasakan gemuruh ringan namun tidak melihat luncuran lava pijar dalam jumlah yang banyak.

"Terpantau tidak terdengar gemuruh. keluar asap tipis dengan arah angin ke barat tidak terlalu cepat, ganti," ujar salah seorang petugas pengamatan di pos Selo Boyolali via handytalky di frekuensi 149.070 pukul 23.08 WIB.

Video Mesum Versi Ambon Pakai Pisau


Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease Ajun Komisaris Besar Djoko Susilo mengatakan, pihaknya telah menahan pelajar SMA Negeri 5 Ambon, pelaku dan perencana pembuatan video mesum yang dilakukan pada 8 Oktober 2010.

"Pelajar pria kelas XII berinisial F itu ditahan dengan dugaan sementara telah merencanakan aksi mesum bersama kekasihnya Y, yang kemudian direkam untuk disebarluaskan," katanya di Ambon, Kamis (11/11/2010).

"Bahkan, F sengaja mengancam Y menggunakan sebilah pisau untuk memenuhi nafsu bejatnya. Pelaku telah ditahan guna pemeriksaan selanjutnya," kata Djoko Susilo.

Dia mengatakan, selain F, sebelumnya juga telah ditahan lima orang saksi, yakni Y, E1, E2, B, dan C, yang juga merupakan pelajar kelas XII SMA Negeri 5 Ambon.

"F dan E1 berjenis kelamin laki-laki, sedangkan Y, E2, B, dan C perempuan. Karena usia mereka di bawah 17 tahun, maka mereka dipulangkan dengan syarat wajib lapor," katanya.

Djoko Susilo menegaskan, penyelidikan kasus ini akan terus dilakukan sehingga pelakunya dapat diproses hukum. "Tunggu saja perkembangan hasil penyelidikan," ujarnya.

Adegan mesum ini terjadi di rumah B, yang berlokasi di BTN Passo, Kecamatan Baguala, sekitar pukul 09.00 WIT, ketika kedua orangtua B sudah berangkat ke kantor.

Agar Y tidak curiga, semua teman-temannya telah hadir terlebih dahulu di rumah B tanpa F. Kemudian Y menghubungi F via pesan singkat (SMS) dari telepon genggamnya agar segera datang.

Karena hari itu mereka bersekolah siang, semua berpakaian santai dan hanya Y yang memakai seragam sekolah.

Y, yang sebelumnya sempat memberi perlawanan terhadap aksi mesum F, akhirnya luluh setelah sebilah pisau ditodongkan ke lehernya.

Selain sebagai pemilik rumah, B juga bertugas merekam aksi itu dengan handycam miliknya, dibantu E1, E2, dan C yang turut menyaksikan peristiwa tersebut.

http://regional.kompas.com/read/2010/11/11/21480812/Wah..Video.Mesum.Versi.Ambon.Pakai.Pisau-4

Ponsel Berbentuk Biskuit

Penggemar biskuit? Artinya anda harus punya ponsel docomo STYLE series SH-04C yang akan mencerminkan jati diri anda sebagai penggemar biskuit. Sharp SH-04C dari DoCoMo adalah sebuah ponsel jenis clamshell yang bagian cover depannya punya disain mirip seperti sebuah biskuit coklat yang sedikit meleleh.


SH-04C merupakan salah satu ponsel dari DoCoMo yang dikeluarkan secara terbatas (Limited Edition) dan hanya terdapat 15.000 saja dimana tentunya punya target para pengguna yang suka makan biskuit.Sebagai ponsel, SH-04C punya kamera 9,6 MP dengan menggunakan sensor CMOS serta punya layar berukuran 3,2 inc (854×480).
 
 
 
 
 
 
 
Sumber berita