Anas: Kasus Seperti Gayus Penyakit Lama yang Hampir Mentradisi




Keluarnya tahanan dari sel seperti Gayus Tambunan dinilai bukan hal yang aneh. Hal itu sangat mungkin terjadi pada tahanan lain. Untuk itu lembaga kepolisian harus lebih awas dalam mengontrol rumah tahanan. 

"Ini bukan cerita baru, ini penyakit lama yg hampir mentradisi. Sangat mungkin banyak 'Gayus-Gayus' lainnya," kata Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum saat dihubungi detikcom, Jumat (12/11/2010).

Anas mengapresiasi tindakan polisi yang cepat, namun tentu pengusutan harus dituntaskan, semua yang terlibat wajib diproses secara hukum. Bagaimanapun citra polisi dipertaruhkan.

"Kapolri harus bangun tradisi baru yang baik dan menjanjikan citra Polri yang baik dan dipercaya publik," tambahnya.

Polri juga diminta untuk mengawasi Gayus ekstra ketat, tanpa melupakan tahanan yang lain. Karena fasilitas yang diterima Gayus tentu sangat mungkin diperoleh tahanan lain.

"Polisi tidak boleh hanya fokus ke Gayus," tutupnya.

Gayus kembali membuat geger publik karena aksinya yang mudah keluar masuk tahanan. Gayus mengaku pergi dari tahanan dengan alasan izin berobat, dan meralat pernyataan dua hari sebelumnya bahwa dia tetap berada di tahanan. Namun ternyata, mantan pegawai Ditjen Pajak itu juga sempat pulang ke rumah mewahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Tak cuma itu, foto mirip Gayus yang sedang menonton tenis di Bali pada Jumat (5/11) juga membuat heboh. Saat itu seorang pria yang mirip Gayus tertangkap kamera tengah menonton pertandingan. Namun Gayus membantah.

Kini ada lagi foto mirip Gayus dengan seorang perempuan yang mirip Milana Anggraeini, istri Gayus Tambunan. Perempuan ini duduk tepat di belakang pria mirip Gayus Tambunan.

Mabes Polri telah mencopot 9 penjaga rutan Brimob termasuk Kepala Rutan Brimob Kompol Iwan Prayitno dan ditetapkan menjadi tersangka.

Akses Terbatas, Warga Muntilan Terancam Kelaparan




Sejak letusan besar Merapi pada 5 November lalu, sejumlah warga di Perumahan Pring Asri, Gunung Pring, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah mengungsi. Namun kini beberapa 
dari mereka sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Akses yang terbatas membuat 
sebagian warga terancam kelaparan.

"Belum ada bantuan yang masuk ke kita, Mbak. Atap pada ambruk, banyak balita, makanan sangat terbatas," kata warga Perumahan Pring Asri, Tony Purniawan, kepada detikcom, Jumat (12/11/2010).

Sebenarnya, daerah itu berada dalam radius bahaya Merapi. Sebab jarak dari puncak 
sekitar 18-19 km. Namun karena sudah tidak betah tinggal di pengungsian maupun tidak 
enak terlalu lama menumpang di tempat kerabat, beberapa memutuskan pulang ke rumahnya.

"Di sini ada sekitar 8 RT dengan 150-200 KK. Karena Merapi sudah mereda, kami 
memutuskan pulang. Tapi di sini terpaksa sangat mengirit makanan karena belum ada toko yang buka," lanjut Tony.

Karena perumahan itu bertipe rumah sangat sederhana (RSS), atap rumah masih banyak 
yang berupa asbes. Hujan pasir dan abu vulkanik telah menumpuk di atap-atap rumah 
warga. Ditambah dengan hujan air, asbes itu tak mampu lagi menahan beban, akibatnya 
banyak atap yang runtuh.

"Sudah ada yang jadi korban, ibu-ibu tertimpa kepala dan punggungnya dan harus dijahit di RS. Warga yang mau membersihkan atap juga banyak yang jatuh terperosok. Jadi serba salah ini, mau membersihkan nggak aman, dibersihkan takut tererosok," tutur Tony.

Pagi ini, cuaca di Muntilan cukup bersahabat. Meski semalam hujan abu masih mengguyur dan pagi tadi masih ada letusan Merapi, namun warga masih bertahan di rumahnya. "Tetap waspada saja," imbuhnya.

"Aktivitas warga belum normal. Di sini sempat mati listrik 6 hari waktu kami tinggal 
mengungsi, tapi sekarang sudah beberapa yang sudah menyala. Tapi akses air bersih 
masih sulit," tambah Tony.

Kini, warga perumahan yang sudah kembali ke rumahnya itu membutuhkan bantuan makanan, susu balita dan peralatan mandi. Mereka tidak mengerti mengapa desa lainnya sudah terjamah bantuan, sementara daerah mereka belum.

Bagi Anda yang berniat memberikan bantuan, bisa menghubungi Tony Purniawan, di Jalan Ori 97, Perum Pring Asri, Gunungpring, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah. Anda juga bisa menghubungi 087834361001 / 085643480001.

Merapi 'Ramah' Pagi Ini




Aktifitas Gunung Merapi masih tergolong labil. Namun setidaknya, gunung paling aktif di Indonesia ini mengawali hari Jumat (12/11/2010) dengan intensitas yang cenderung turun.

Berdasarkan data dari sesimograf Balai Penyelidikan dan Pengembangan Kegunungapian (BPPTK) dari pukul 00.00 sampai 06.00 WIB hari ini, tercatat sama sekali tidak terjadi gempa vulkanik.

Selain itu awan panas dan multiphase juga tercatat tidak terjadi. Namun tremor beruntun terus terpantau. Ada pun Seismograf BPPTK mencatat terjadi gempa tektonik satu kali.

"Namun kami tidak mengetahui secara detil gempa tektonik tersebut karena tidak berkaitan langsung dengan kegunungapian," tukas petugas piket BPPTK Retiyo dalam perbincangan dengan detikcom pagi ini.

Secara viusal, Merapi pagi ini tampak jelas dari kota Yogyakarta dan sekitarnya. Tampak terdapat gulungan asap tebal yang mengarah ke barat daya.

"Betul ke arah barat daya karena anginnya beberapa hari terakhir memang ke situ. Itu asap yang tergolong biasa," terang Retiyo.

Sedangkan data seismograf dari BPPTK Yogyakarta, dari Kamis (11/11)  petang kemarin tadi hingga pukul 23.10 WIB, tercatat terjadi gempa vulkanik sebanyak lima kali. Selain itu tremor beruntun juga masih terjadi. 

Sedangkan awan panas sempat muncul satu kali pada pukul 18.52 WIB dengan ketinggian 200 meter dan mengarah ke kali Gendol.

Kasus Gayus Lecehkan Publik, Kapolri Harus Tumpas Mafia di Lembaganya




Kasus Gayus Tambunan pelesir keluar tahanan memukul perasaan publik. Rasa percaya rakyat pada polisi pun semakin menurun. Polisi harus serius mengusut kasus Gayus.

"Kasus Gayus ini adalah pelecehan terhadap publik dan jadi olok-olok yang menyakitkan. Kapolri harus memerintahkan agar diusut tuntas kasus itu dan jangan sampai ada kesan ditutupi," kata anggota Komisi III DPR Martin Hutabarat di Jakarta, Jumat (12/11/2010).

Selama ini Gayus menjadi sorotan rakyat karena Gayus terkenal sebagai orang yang bisa membeli pejabat dan penegak hukum dengan uang hasil korupsinya, mulai dari penyidik, penuntut, dan peradilan. Dan kini peristiwa ini kembali terulang setelah dia di tahanan.

"Peristiwa ini sangat mempermalukan penegakan hukum di negara kita dan terkesan melecehkan. Kapolri harus memprioritaskan pengusutan kasus ini, sebab mafia hukum itu ternyata sangat kuat dan Kapolri sudah janji untuk memberantasnya," jelasnya. 

Polisi juga diingatkan harus lebih serius mengendus harta hasil korupsi Gayus yang diduga masih banyak disembunyikan agar jangan sampai digunakan untuk mempermalukan harga diri aparat di mata rakyat. "Sebaiknya juga dia dipindah tempat penahanannya," tutup Martin.

Sebelumnya Mabes Polri menyatakan, Gayus menyuap kepala rutan Rp 50-60 juta agar mudah keluar masuk. Setiap minggu, Gayus bisa melenggang ke udara terbuka. Sedangkan anak buah kepala rutan, kebagian Rp 5-6 juta.

Bongkar Bobroknya Rutan Brimob, Gayus Layak Jadi Pahlawan




Meski ditahan di rutan Mako Brimob, Gayus Tambunan membuktikan bukan hal yang sulit untuk bisa menghirup udara bebas. Karena Gayus jugalah, publik jadi bisa tahu kondisi sebenarnya rutan Brimob.

"Apa yang dilakukan Gayus Tambunan juga bisa dikategorikan perbuatan heroik, sehingga ia bisa dikategorikan sebagai pahlawan," sindir Adhie Massardi saat dihubungi detikcom, Jumat (12/11/2010).

Tindakan Gayus, oleh Adhie, diumpamakan seperti Hoffman dalam film berjudul Accidental Hero. Di film ini, secara tidak sengaja, Hoffman menjadi pahlawan karena dianggap heroik menolong korban kecelakaan pesawat. Padahal maksudnya waktu itu Hoffman mau mencuri barang-barang korban.

"Begitu juga Gayus, perbuatannya melenggang kangkung dari tahanan, membuka mata kita semua, betapa sesungguhnya rutan paling sangar karena berada di markas Brimob Kelapa Dua itu, sangat rapuh," ucap Adhie yang juga aktif dalam Gerakan Indonesia Bersih.

"Apalagi perbuatan Gayus menembus keangkeran markas Brimob itu dilakukan pada bulan kepahlawanan, November," sindir Adhie lagi.

Adhie berharap, tindakan Gayus tidak berhenti hanya sampai di sini. Gayus juga harus nekat membeberkan siapa-siapa saja pengemplang pajak di negeri ini.

"Jika itu terjadi, maka gelar Bintang Mahaputra patut diberikan kepadanya," ucap Adhie ketus.

Sebelumnya, Gayus kembali membuat geger publik karena aksinya yang mudah keluar masuk tahanan. Gayus mengaku pergi dari tahanan dengan alasan izin berobat. Namun ternyata mantan pegawai Ditjen Pajak itu sempat pulang ke rumah mewahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Tak cuma itu, foto mirip Gayus yang sedang menonton tenis di Bali pada Jumat (5/11) juga membuat heboh. Saat itu seorang pria yang mirip Gayus tertangkap kamera tengah menonton pertandingan. Namun Gayus membantah.

Kini ada lagi foto mirip Gayus dengan seorang perempuan yang mirip Milana Anggraeini, istri Gayus Tambunan. Si wanita ini duduk tepat di belakang pria mirip Gayus Tambunan.

Mabes Polri telah mencopot 9 penjaga rutan Brimob termasuk Kepala Rutan Brimob Kompol Iwan Prayitno. Saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan dari Bareskrim dan Divpropam.

Yang terbaru, Satgas mendapatkan petunjuk adanya orang yang melihat pria mirip Gayus check out dari Hotel Westin Nusa Dua Bali, Sabtu (6/11) kemarin. Hal ini semakin menguatkan dugaan kalau Gayus memang pelesiran ke Bali.

Jelang Wukuf, Arab Saudi Hentikan Transportasi ke Masjidil Haram

Pemerintah Arab Saudi untuk sementara menghentikan layanan transprtasi untuk jamaah haji yang berupa bus besar menuju Masjidil Haram. Dengan penghentian transportasi ini, jamaah diharapkan menjaga kondisi fisik untuk wukuf di Arafah pada 15 November mendatang.

"Wukuf adalah inti haji. Karena itu kita imbau agar jamah menjaga kondisi fisik agar bisa datang ke Arafah," ujar Amirul Haj Suryadharma Ali di Makkah, Kamis (11/11/2010).

Layanan transportasi dihentikan sejak pukul 14.00 waktu Arab Saudi. Tepat penghentian itu, di terminal transit Mahbas Jin (satu kilometer dari Masjidil Haram), petugas transportasi Indonesia sudah tidak ada lagi.

Pukul 16.15, petugas Arab Saudi mulai meminggirkan beton pembatas jalur ke sisi terminal menggunakan alat berat. Sampai Maghrib, bus-bus dari Mahbas Jin ke Masjidil Haram lewat terowongan masih ada beberapa yang dioperasikan untuk mengangkut jamaah.

Wakil Kepala Daker Makkah Bidang Transportasi, Tatan Rustandi, menjelaskan penghentian sementara layanan transportasi haji ini akan dimanfaatkan untuk menyiapkan bus-bus itu untuk mengangkut jamaah ke Arafah, pada 15 November. 

Bus diistirahatkan untuk diperbaiki supaya lancar. Pengangkutan jamaah ke Arafah menjadi tanggung jawab pemerintah Arab Saudi.

"Kami telah melakukan sosialiasi ini kepada jamaah," ujar Tatan. Penghentian sementara layanan transportasi ini akan diberlakukan hingga 20 November.

Tatan Rustandi mengatakan dengan diberhentikannya layanan transportasi, panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) sudah tidak lagi memiliki kewenangan untuk mengatur masalah transportasi di Makkah.

"Semuanya sudah diambil alih oleh Nakobah (organisasi angkutan) Arab Saudi. Kami sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Mulai hari ini (kemarin) jamaah sudah tidak bisa lagi menggunakan bus menuju masjidilharam," kata Tatan.

Tatan mengingatkan, bagi jamaah yang akan ke Masjidil Haram agar memanfaatkan transportasi umum seperti taksi atau omprengan dengan membayar sendiri biayanya. Meski demikian pihaknya meminta para jamaah agar mengambil sisi positif dari kebijakan pemerintah Arab Saudi tersebut.